Category Archives: Ngedumel

Rindu

Aku menyebutmu rindu
Pekat tak terlihat
Namun tetap terasakan

Aku menyebutmu rindu
Hangat berbalut dengan masa
Sunyi namun tetap terasa

Aku menyebutmu rindu
Meski hanya dalam rasa
Dan mungkin takkan terucap dalam kata

Aku menyebutmu rindu
Karena aku tak pernah punya kuasa
Rasa terlalu mudah terlupa

Aku menyebutmu rindu
Membiarkan dalam masa lalu
Dan menantimu pada suatu waktu

Aku menyebutmu rindu
Karena aku tak pernah mau bercumbu
Meski hanya separuh waktu

Aku menyebutmu rindu
Hingga pada suatu waktu
Sampai aku menyebutmu Cinta

19 April 2014
@tiaeq

Tagged

lelaki Yang Tertunduk

Aku lelaki yang tertunduk pada terang
Terbentuk dari anyaman ego dan kelemahan
memohon pengertian atas ke-egoisan
meminta pemahaman atas kelemahan

Bercanda, bergurau kau berkata pada keyakinan
seakan yakin hanyalah sebuah susunan huruf
yang bisa kau ketik ulang saat terhapus
mungkin mudah bagimu,baginya tapi bukan untukku

maafmu hanyalah bulir air tersapu lautan
tercengkeram ombak besar yang menakutkan
tertelan lalu menghilang
Mungkin seperti itulah perasaanmu pada diriku

@tiaeq
20150331

Pernyataan dari A

Kau ciptakan api membara yang sulit aku padamkan
Air seakan menjadi minyak saat ku tuang
Kau menempatkanku bagai senja
Takut pada malam dan penuh harap pada fajar

Lelah dan letih bukanlah sebuah ironi
Dia menyatu dalam kesungguhan hati
Mengejar, bukan takdir perempuan kata orang
Sayangnya rasa sayang tak mempelajarinya

Permainan ini memang melelahkan
Bahkan mungkin harus sama-sama lelah agar terhenti
Atau aku yang lelah hingga kau bisa tetap melangkah
Atau sebaliknya, aku hanya bisa pasrah

Aku perlu tau siapa sang empu
Atau aku sudah tau tapi tak mau mengaku
“Waktulah sang empu”
Dengan lirih aku berkata pada jiwaku

20150401
@tiaeq

Dia

apakah aku benar – benar mencintanya
atau aku hanya memujanya
hanya waktu yang akan menghakiminya

apakah aku terpesona oleh keanggunannya
ataukah aku hanya tergoda oleh kilaunya
hanya waktu juga yang akan penjawabnya

bergerak tanpa lelah, memulai dari satu langkah
awalan yang tak pernah mudah, tak lupa dengan meminta

aku mencintai dengan raguku
seperti ragunya senja akan hadirnya malam
aku memuja dengan yakinku
seperti yakinnya malam menjanjikan fajar

lalu apa yang menghalang, dan siapa yang siapkan jalan
berdiam menjadi kehampaan, melangkah berbayang harapan

redup, gelap dan terang
berulang hingga benderang
menahan dalam pekik kejengahan
bersiap menyambut kebahagiaan

hanya pada terang kita berlindung dari gelap
hanya pada bahagia kita lari dari kesedihan

Semoga kutemukan dia yang menjadi miliku

20150320 05:11
rizha fakhrudin
@tiaeq

Wanita

wanita bukan tercipta untukku
tapi tercipta untuk nafsuku…
benarkah………….??????

binatang mencintai sesama
karena tak mengenal yang tidak sama

terpedaya, terpesona tak pantas untuk sesama
terjebak, terluka mungkin lebih etis
dari sekedar mengeluarkan bisa
yang tercampur dengan adonan kata.

menangis bukan untuk cinta senja
tetapi tertawalah untuk kematian nafsu akan dunia semu

jangan tanya tentang semu dan tak semu kepadaku
tanyalah hanya pada nuranimu

wanita tercipta mempesona
hanya itukah yang dimiliki wanita????
tentu bukan,… karena aku juga terlahir dari rahimnya

wanita tercipta mulia…
dimanakah letak kemuliaanmu,…wahai wanita
tunjukkanlah pada kami pria…
agar aku pria benar – benar mengerti arti kedudukanmu

aneh,kadang aku juga memuji kadang aku juga mencela
benarkah, engkau tercipta dari rusuk adamu ini,wahai hawa…
jangan hanya menjadi bagian hidupku saja
tapi rasukilah badan busukku ini dengan wangi kasturimu,
wahai hawa yang tercipta untukku

engkau bukanlah satu rusukku yang hilang
tapi sayap kiri merpati jiwaku.

rizha senin:080805 3:29

Tagged ,

Bajingan

ga sadar kenapa cairan otak sesaat menghangat
melihat bajingan menjadi pengkhotbah
kau warnai bulumu dengan cairan emas
yang esok aku yakin pasti akan luntur

aku tak ingin mendistorsi keinginan orang lain
tapi aku jengah melihat kebohongan selalu merajalela
tak lelah kah engkau bersandiwara di atas derita
seandainya membunuh di izinkan
mungkin ini akan lebih berarti dari sekedar menulis cerita

tak lelahkan kau para pendosa
atau kau sudah terlalu bodoh untuk berpikir
kau gantikan otak dengan nafsu semu mu
maafkan kalo kali ini aku terlalu jujur
kau memang bajingan

Rizha
08042010
11:47

Tagged , ,