Memaknai kemenangan

memaknai kemenangan bukanlah suatu yang gampang – gampang amat tapi terlalu sukar untuk dimengerti.

Anda mungkin berpikir ada yang salah dengan larik kalimat pertama di atas, hal itu karena anda terlalu sering menggunakan kalimat negasi setelah “tapi” sesuai dengan kaidah bahasa. tapi apakah kita boleh menggunakan kalimat pendukung setelah kata “tapi” menurut saya yang bukan ahli bahasa, hal ini juga bukan merupakan penggunaan kalimat yang tepat tetapi tetap saja diperbolehkan asalkan tidak digunakan dalam ujian bahasa jika anda tidak ingin mendapatkan nilai yang kurang baik.

Sama dengan pola kalimat di atas yang tidak seperti biasa, saya juga mencoba memikirkan makna kemenangan sesuai keinginan saya. jika /me-nang dalam http://kbbi.web.id/menang berarti dapat mengalahkan, unggul dll seperti yang bisa anda lihat di link tersebut, tetapi menurut saya koq ya kita tetep aja kalah dan tidak akan pernah menang karena tidak banyak yang benar – benar tau siapa yang harus kita kalahkan dan kita harus unggul dari siapa.

kemenangan hanyalah suatu pertanda bahwa kita harus segera bersiap menghadapi sesuatu yang lebih besar atau mengalahkan sesuatu yang lebih kuat. sedangkan kekalahan adalah suatu pertanda kita harus meningkatkan kemampuan kita agar dapat mengatasi masalah yang menghadang. lha kalau apa yang ada dalam otak saya seperti itu bukankah sah – sah saja saya bilang mau menang mau kalah ya sama saja karena tetap kita harus berjuang dan berjuang lagi.

jika saya berpikiran, mungkin orang yang merasa mempunyai kemenangan tersebut sedang membutuhkan motivasi tambahan untuk melangkah, sedangkan orang yang merasa mempunyai kekalahan akan tetap berjuang seperti biasa. berdasarkan pemikiran diatas jika saya mempunyai pemikiran orang kalah punya daya tahan yang lebih apakah pemikiran saya bisa dipersalahkan.

dari hasil pemikiran sekilas kemudian terbesit dalam benak saya, mungkin kemenangan dan kekalahan itu tidaklah nyata dan hanya sebuah fatamorgana, di lain waktu kita bisa jadi merasa menang, dilain waktu kita bisa merasa kalah atau di waktu bersamaan kita bisa merasa mengalami dua – duanya. Maka dari itu janganlah terlalu euforia dengan merasa memiliki kemenangan dan janganlah merasa berkecil hati jika mempunyai perasaan kalah, karena keduanya akan berlalu dan silih berganti. Sejauh ini satu – satunya yang saya ketahui sebagai pemilik kemenangan yang sah adalah dia yang selalu dekat dengan kekasih hatinya.

Selamat Tahun Baru

@tiaeq

Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: