Menjadi tamu di rumah sendiri

image

Sudah 4 team besar eropa yang datang ke indonesia dalam rangka ujicoba, 3 pertama (Belanda, Arsenal dan Liverpool) saya lewatkan dengan ikut menjadi Asusila (Asosiasi Suporter Siaran Langsung) tetapi untuk pertandingan tadi malam yaitu BNI Indonesia All Star melawan chelsea saya datang langsung di stadion Gelora Bung Karno karena dapat tiket gratis dari temen yang bekerja di BNI.

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas untung atau rugi dengan kedatangan team – team papan atas tersebut ke indonesia karena hal itu menurut saya sudah di ungkap secara jelas di tulisan bung Zenrs ataupun mengulas performa kedua team . tulisan ini hanya mencoba memberikan gambaran suasana dan pengalaman emosional pribadi sebagai pengagum sepak bola lokal meski sampai saat ini masih dipenuhi sampah – sampah (baca: politisi) yang memanfaatkan fanatisme kita untuk kepentingan mereka.

Ok..setelah checking tiket kita masuk melalui gate II dan duduk di kategori 1 pertandingan sudah mulai beberapa menit dan sekilas agak terkejut karena ternyata banyak juga penonton tetapi saya sendiri kurang mendapatkan atmosfer dukungan fanatis dari fans chelsea sesekali mereka meneriakkan chant Chelsea..chelsea… atau Jose Mourinho…Jose Mourinho dan beberapa chant pendek – pendek lainnya. yang menarik justru saya melihat beberapa orang di sekitar sector 3 kelas tribune yang sangat heroik menyanyikan “Ayo..Ayo…indonesia hari ini kita harus menang”  dan juga indonesia raya yang kadang di balas dengan chant chelsea di bawahnya yang meski kadang kurang berhasil kecuali dirigennya yang ada di pagar saja yang sangat bersemangat dan kadang kelihatan berputus asa karena tidak banyak yang mengikuti instrusiknya. Meski pendukung timnas jumlah cukup sedikit tapi mereka benar-benar sangat militan dan sempat memasang banner yang dari posisi saya kurang jelas untuk dibaca, selain mereka di tribun sector 3 di pintu masuk justru yang saya lihat ada beberapa bule yang menggunakan kostum indonesia bahkan membawa bendera merah putih sedangkan hampir mayoritas penduduk lokal kita menggunakan kostum atau aksesoris chelsea. Melihat hal itu memang tidak salah karena yang menonton hampir pasti adalah fans chelsea tetapi tetap menjadi pemandangan yang ironis kita menjadi orang asing dirumah kita sendiri.

image

Jalannya pertandingan sendiri cukup menghibur meski kita kalah hal itu cukup wajar seperti yang di bilang Jose Mourinho sendiri bahwa pertandingan ini adalah “pertandingan team eksibisi melawan team terbaik eropa” . tetapi dari sinilah sebenarnya mulai banyak hal yang patut kita pertanyakan bagaimana respon dari sebagian besar penonton disaat chelsea berhasil membuat goal dan mereka bahkan berteriak – teriak ayo tambah lagi dan lagi meski setidaknya sekali hampir seluruh penonton menyanyikan Indonesia Raya.

di tengah babak kedua kebetulan disamping saya ada penonton yang mungkin dari orang papua, melihat saya selalu antusias disaat Timnas melakukan penyerang dan ketika ternyata yang bisa membuat goal justru chelsea dia kemudian berkata kepada saya tidak masalah kita kalah asal mental kita terjaga. mungkin kata – kata itu sebenarnya ditujukan untuk dia sendiri karena setelah chelsea bisa membuat goal lagi akhirnya dia keluar dari lapangan terlebih dahulu.

Puncak dari kegelisahan adalah pada saat greg memaksa pemain belakang chelsea melakukan deflect yang berakibat gol bunuh diri, memang sempat ada kebanggaan disana tapi setelah merayakannya dan melihat replay di monitor stadion hampir banyak yang mencibir bahwa itu goal pemberian sambil ketawa – ketawa setelah peristiwa itu tidak lama saya juga mengikuti jejak orang papua tersebut keluar stadion.

jadi menurut saya apa yang dikatakan jose mourinho tentang pemain indonesia tidak bermain dengan kebanggaan adalah hal yang wajar untuk di pertanyakan tapi juga cukup mudah di jawab lihat saja yang datang di stadion itu pendukung siapa? motivasi bermainnya apakah tidak sekedar untuk mendapatkan kaos atau tanda tangan dari pemain atau pelatih favoritenya?

Tapi saya tetap yakin jika indonesia bermain di kompetisi sebenarnya indonesia akan mampu untuk bersaing, dari 4 kali ujicoba kita mulai bisa lihat regenarasi yang cukup menjanjikan seperti kurnia meiga, kipuw dan rizky pellu.

Indonesia di Piala Dunia Pasti Bisa

Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: