Bekerja untuk bertahan hidup

Mungkin judul yang agak berlebihan tetapi ini masih jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan “beberapa” orang yang mempunyai ambisi untuk meraih sebuah kedudukan dalam perusahaan atau keinginan untuk memenuhi brankas dengan pundi – pundi emasnya.

Tulisan ini sebenarnya ditujukan untuk diri saya sendiri sebagai refleksi setelah 2 tahun bekerja sebagai JoKer (Jongos Keren) dalam salah satu perusahaan IT. Sebagai langkah refleksi tentuya saya mencoba memberi pertanyaan – pertanyaan untuk di jawab, antara lain;

  1. Bagaimana pekerjaan kamu saat ini?
  2. sudah sesuai ekspetasikah dengan harapanmu?
  3. Apakah kamu bahagia?

Setelah mendapat pertanyaan sekarang saatnya untuk menjawab,

  1. untuk menjawab pertanyaan ini tidak terlalu sulit, karena pekerjaan saya merupakan jenis perkerjaan yang selalu berkembang bahkan dalam hitungan bulan. tentunya ini akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan karena kita akan selalu ikut berkembang dan selalu mendapatkan tantangan baru yang harus diselesaikan.
  2. untuk pertanyaan ini saya jawab sebagian iya sebagian belum, dan karena alasan ini pula saya akan tetap menggeluti bidang ini karena dengan terpenuhinya sebagian ekspetasi ini menunjukkan bahwa ada hasil dan harapan dari apa yang kita kerjakan. dan dengan belum terpenuhinya sebagian ekspetasi ini menunjukkan bahwa masih ada tugas yang harus diselesaikan (bukankah dalam hidup kita juga mempunyai tugas ? :-p )
  3. pertanyaan yang mulai sulit untuk dijawab dan karena ini sebagai bahan refleksi saat ini maka saya jawab saat ini saya belum bahagia. alasan mendasar adalah dengan keadaan seperti ini saya merasa ada tugas lain dalam hidup yang saya tinggalkan seperti nongkrong di tukang gorengan atau ngobrol di warung kopi kampung dengan markesot

Selama dua tahun ini saya merasa apa yang dulu saya pikirkan ternyata mendekati kebenaran yaitu bahwa dunia ini semua dihargai dengan label. selama berada di ibukota ini saya lebih merasa apa yang saya lakukan lebih banyak didasari dengan apa yang akan saya dapatkan bukan karena saya memang ingin melakukan.

Apa yang ingin kau miliki, sebenarnya dialah yang mulai memilikimu

Saat inipun saya berpikir mungkin sebagian diri saya mulai mempunyai ambisi untuk memiliki akibat dari kebiasaan yang terbentuk selama ini, dan menurut saya ini adalah salah satu bentuk penghinaan terhadap kedudukan manusia itu sendiri karena kalau ada yang bilang kita harus jadi khalifah (Pemimpin) dimuka bumi, dalam kenyataannya kita sebenarnya yang mulai dikuasi oleh dunia itu.

Sepertinya judulnya memang harus sedikit dikoreksi karena dari alenia pertama tidak menjelaskan kenapa saya memilih judul itu tapi biarlah sudah seperti itu karena memang kadang harapan tidak selalu sama dengan kenyataan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: